Arsip untuk Juni, 2012

WhatsAppadalah aplikasi messenger yang ada di smartphone dengan basic mirip BlackBerry messenger. WhatsApp Messenger adalah aplikasi pesan lintas platform yang memungkinkan kita bertukar pesan tanpa membayar untuk SMS, karena WhatsApp Messenger menggunakan rencana data internet yang sama untuk email, browsing web, dan lain-lain, sehingga tidak menggunakan biaya untuk dapat tetap berhubungan. Aplikasi WhatsApp Messenger adalah pengiriman pesan yang menggunakan koneksi 3G atau WiFi untuk berkomunikasi tanpa harus mengeluarkan biaya. Dengan menggunakan WhatsApp, kita dapat melakukan chatting, file sharing, dan lain-lain.Awalnya, WhatsApp dibuat untuk pengguna iPhone, kemudian seiring dengan perkembangannya, aplikasi WhatsApp tersedia juga untuk versi BlackBerry, Android, dan Symbian. Ternyata bukan hanya smartphone saja yang bisa mendownload aplikasi ini, Nokia series 40 juga bisa mendownloadnya contoh-contoh nokianya bisa anda lihat di bawah ini.

  • Nokia C3-00 · Nokia C3-01 · Nokia X2-01 · Nokia X3-02 · Nokia X2-00
  • Nokia Asha: 201 · 300 · 302 · 303

Sampai pada November 2010, WhatsApp menduduki posisi peringkat ke 3, aplikasi paling laris yang diunduh melalui Ovi Store nokia, setelah Swype dan NHL game center premium.

Apakah Whatsapp harus memiliki pin seperti blackberry ?

Berbeda dengan BlackBerry Messenger yang menggunakan PIN unik untuk menambahkan daftar teman. Di WhatsApp untuk menambahkan teman, no hp teman Anda yang diperlukan. Menariknya, Anda tidak perlu menambahkan teman di dalam aplikasi WhatsApp tersebut. Cukup isi daftar Phonebook Anda dengan teman Anda beserta no hp nya, dan lakukan sinkronisasi dengan menekan tombol refresh di option saat berada di daftar teman (+). Nah, apabila teman Anda terdaftar menggunakan no HP tersebut, WhatsApp akan mencarinya sendiri dan menampilkan teman Anda langsung di daftar panggilan. Saat pertama kali menginstallnya, Anda akan mendapatkan daftar kontak WhatsApp yang terisi secara otomatis. WhatsApp langsung mengambil data di phonebook dan melakukan sinkronisasi dengan server. Apabila no hp teman Anda terdaftar di WhatsApp, otomatis aplikasi ini akan mengenalnya.

Kelebihan Whatsapp

Beberapa keuntungan memakai WhatsApp :
1. Tidak hanya teks : WhatsApp memiliki fitur untuk mengirim gambar, video, suara, dan lokasi GPS via hardware GPS atau Gmaps. Media tersebut langsung dapat ditampilkan dan bukan berupa link.
2. Terintegrasi ke dalam sistem : WhatsApp, layaknya sms, tidak perlu membuka aplikasi untuk menerima sebuah pesan. Notifikasi pesan masuk ketika handphone sedang off akan tetap disampaikan jika handphone sudah on.
3. Status Pesan : – Jam Merah untuk proses loading di HP kita – Tanda Centang jika pesan terkirim ke jaringan – Tanda centang ganda jika pesan sudah terkirim ke teman chat. – Silang merah jika pesan gagal
4. Broadcats dan Group chat: Broadcast untuk kirim pesan ke banyak pengguna. Group chat untuk mengirim pesan ke anggota sesama komunitas.
5. Hemat Bandwidth : Karena terintegrasi dengan sistem, maka tidak perlu login dan loading contact/avatar, sehingga transaksi data makin irit. Aplikasi dapat dimatikan, dan hanya aktif jika ada pesan masuk, sehingga bisa menghemat batrei.

Fitur lain-lain

Tampilan Whatsapp di Android

Fitur lain yang terdapat di WhatsApp adalah:
1. View Contact: Anda dapat melihat contact di phonebook, WhatsApp juga muncul sebagai daftar contact di phonebook
2. Avatar : Anda tidak dapat mengganti Avatar secara manual, WhatsApp akan mengambil data avatar dari Profile phonebook. Apabila menggunakan sinkronisasi Facebook dengan Phonebook, maka avatar yang muncul adalah avatar Facebook.
3. Add conversation shortcut : dapat juga menambahkan shortcut conversation ke homescreen.
4. Email Conversation : Anda pun dapat mengirim semua perbincangan melalui email.
5. Copy/Paste : Setiap kalimat perbincangan juga dapat di copy, forward dan delete dengan menekan dan menahan kalimat tersebut dilayar.
6. Smile icon : Untuk menambahkan serunya perbincangan, Anda pun dapat menambahkan emotions dengan banyak pilihan, seperti : smile emotions, icon-icon seperti cuaca, binatang, tanaman, alat-alat musik, buku, kartu, mobil, bangunan, pesawat dll.
7. Search : fitur dasar setiap IM, Anda dapat mencari daftar contact melalui fitur ini.
8. Call : karena pin WhatsApp ini sama dengan no telp/hp teman, Anda pun dapat melakukan panggilan langsung dari aplikasi WhatsApp ini.
9. Block: digunakan untuk memblok kontak tertentu.
10. Status : seperti kebanyakan fitur IM, Status juga hadir di WhatsApp. Namun tidak seperti BBM yang menampilkan update terbaru setiap ada perubahan status dari teman, WhatsApp hanya menampilkan status dibawah nama teman, mirip dengan di Yahoo Messenger. Anda pun dapat mengganti status yang sudah tersedia di WhatsApp seperti available, busy, at school dll.

Bagaimana cara mendapatkannya ?

Sebelum menggunakan WhatsApp anda harus mengisntall WhatsApp dengan cara sebagai berikut:
1. Download aplikasi tersebut dari websitenya.
2. Install aplikasi tersebut ke smartphone.
3. Daftarkan nomor telepon anda tanpa menggunakan 0 atau format internasional karena WhatsApp menggunakan nomot telepon anda untuk mendaftar anda dalam databasenya.
4. Aplikasi kemudian akan mengirimkan kode konfirmasi via SMS yang mengharuskan Anda untuk mengisikan kode konfirmasi tersebut ke langkah selanjutnya. Setelah Anda mengkonfirmasi nomor telepon Anda, Anda siap untuk menggunakannya.
5. Aplikasi WhatsApp akan secara otomatis mendata phonebook untuk menunjukkan siapa-siapa saja yang sudah menggunakan WhatsApp. Untuk mengetahui siapa saja yang sudah masuk ke daftar, tekan pada tab contact. Mereka yang menggunakan WhatsApp akan memiliki status disamping nama mereka.
6. Mulailah chat dengan teman-teman anda yang menggunakan WhatsApp dengan mengklik nama tersebut.
7. Anda dapat juga mengundang teman Anda untuk menggunakan WhatsApp aplikasi dengan menggunakan “Invite Friends”

Fitur ini mirip sekali dengan BlackBerry Messenger. Kalau di BlackBerry Messenger menggunakan tanda D dan R, di WhatsApp menggunakan tanda centang. Centang 1x artinya terkirim ke server, centang 2x artinya sudah terkirim ke HP lawan bicara, kecuali pada pecakapan kelompok (group). Apabila tidak koneksi internet, akan muncul tanda jam yang mengartikan pengiriman pesan tertunda. WhatsApp dapat mengirim file-file seperti :
1. Foto (langsung dari kamera, file manager dan media galery)
2. Video (langsung dari video kamera, file manager dan media galery)
3. Audio (langsung merekam suara, dari file manager, dari music galery)
4. Location (Anda dapat mengirim lokasi Anda dengan mengambil posisi Anda dari Google Maps)
5. Contact (mengirim detail kontak dari phonebook)

Sumber: http://www.terindikasi.com/2012/04/whatsapp-messenger.html#ixzz1yaQoSAkw

UNTUK DOWNLOAD APLIKASINYA klik disini untuk Symbian NOKIA

Untuk Nokia JAVA (C3 dll) klik disini , extrak dulu file rar nya langsung copy di memory hp, makasih selamat mencoba…

Untuk android (samsung GT Mini) klik disini

tinggalkan saran dan pesan di bawah ya…….

JANGAN LUPA JEMPOL x……………………… LIKE hehehehe di tanda icon FB YASHERBOHE……….

MAKASIH………….. SUdah berkenan mampir

Iklan

Kata photography berasal dari kata photo yang berarti cahaya dan graph yang berarti gambar. Jadi photography bisa diartikan menggambar/melukis dengan cahaya.

Jenis-jenis kamera

a) Kamera film, sekarang juga disebut dengan kamera analog oleh beberapa orang.

Format film
Sebelum kita melangkah ke jenis-jenis kamera film ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu berbagai macam format/ukuran film.
1. APS, Advanced Photography System. Format kecil dengan ukuran film 16x24mm, dikemas dalam cartridge. Meski format ini tergolong baru, namun tidak populer. Toko yang menjual film jenis ini susah dicari di Indonesia
2. Format 135. Dikenal juga dengan film 35mm. Mempunyai ukuran 24x36mm, dikemas dalam bentuk cartridge berisi 20 atau 36 frame. Format ini adalah format yang paling populer, banyak kita temui di sekitar kita
3. Medium format
4. Large format

Jenis Film
1. Film B/W, film negatif hitam putih
2. Film negatif warna. Paling populer, sering kita pakai
3. Film positif, biasa juga disebut slide. Lebih mahal dan rawan overexposure. Meski demikian warna-warna yang dihasilkan lebih bagus karena dapat menangkap rentang kontras yang lebih luas

Jenis-jenis kamera Film
1. Pocket/compact. Kamera saku. Populer bagi orang awam, sederhana dan mudah dioperasikan. Menggunakan film format 35mm
2. Rangefinder. Kamera pencari jarak. Kecil, sekilas mirip dengan kamera saku. Bedanya, kamera ini mempunyai mekanisme fokusing (karenanya disebut rangefinder). Umumnya menggunakan film format 35mm
3. SLR, Single Lens Reflex. Kamera refleks lensa tunggal. Populer di kalangan profesional, amatir dan hobiis. Umumnya mempunyai lensa yang dapat diganti. Menggunakan film format 35mm. Disebut juga kamera sistem
4. TLR, Twin Lens Reflex. Kamera refleks lensa ganda. Biasanya menggunakan format medium
5. Viewfinder. Biasanya menggunakan format medium

Kamera manual dan kamera otomatis. Kamera-kamera SLR terbaru umumnya sudah dilengkapi sistem autofokus dan autoexposure namun masih dapat dioperasikan secara manual.

b ) Kamera digital
Menggunakan sensor digital sebagai pengganti film
1. Consumer. Kamera saku, murah, mudah pemakaiannya. Lensa tak dapat diganti. Sebagian besar hanya punya mode full-otomatis. Just point and shoot. Beberapa, seperti Canon seri A, memiliki mode manual.
2. Prosumer. Kamera SLR-like, harga menengah. Lensa tak dapat diganti. Shooting Mode manual dan auto
3. DSLR. Digital SLR

Lensa Kamera

mata dari kamera, secara umum menentukan kualitas foto yang dihasilkan lensa memiliki 2 properties penting yaitu panjang fokal dan aperture maksimum.

Field of View (FOV)
tiap lensa memiliki FOV yang lebarnya tergantung dari panjang fokalnya dan luas film/sensor yang digunakan.

Field of View Crop
sering disebut secara salah kaprah dengan focal length multiplier. Hampir semua kamera digital memiliki ukuran sensor yang lebih kecil daripada film 35mm, maka pada field of view kamera digital lebih kecil dari pada kamera 35mm. Misal lensa 50 mm pada Nikon D70 memiliki FOV yang sama dengan lensa 75mm pada kamera film 35mm (FOV crop factor 1.5x)

Jenis-jenis Lensa
a. berdasarkan prime-vario
1. Fixed focal/Prime, memiliki panjang fokal tetap, misal Fujinon 35mm F/3.5 memiliki panjang fokal 35 mm. Lensa prime kurang fleksibel, namun kualitasnya lebih tinggi daripada lensa zoom pada harga yang sama
2. Zoom/Vario, memiliki panjang fokal yang dapat diubah, misal Canon EF-S 18-55mm F/3.5-5.6 memiliki panjang fokal yang dapat diubah dari 18 mm sampai 55 mm. Fleksibel karena panjang fokalnya yang dapat diatur

b. berdasarkan panjang focal
1. Wide, lensa dengan FOV lebar, panjang fokal 35 mm atau kurang. Biasanya digunakan untuk memotret pemandangan dan gedung
2. Normal, panjang fokal sekitar 50 mm. Lensa serbaguna, cepat dan harganya murah
3. Tele, lensa dengan FOV sempit, panjang fokal 70mm atau lebih. Untuk memotret dari jarak jauh

c. berdasarkan aperture maksimumnya
1. Cepat, memiliki aperture maksimum yang lebar
2. Lambat, memiliki aperture maksimum sempit

d. lensa-lensa khusus
1. Lensa Makro, digunakan untuk memotret dari jarak dekat
2. Lensa Tilt and Shift, bisa dibengkokan

Ketentuan lensa lebar/tele (berdasarkan panjang focal) di atas berlaku untuk kamera film 35mm. Lensa Nikkor 50 mm menjadi lensa normal pada kamera film 35mm, tapi menjadi lensa tele jika digunakan pada kamera digital Nikon D70. Pada Nikon D70 FOV Nikkor 50 mm setara dengan FOV lensa 75 mm pada kamera film 35mm

Peralatan bantu lain
– Tripod , diperlukan untuk pemotretan dengan kecepatan lambat. Pada kecepatan lambat, menghindari goyangan kamera jika dipegang dengan tangan (handheld). Secara umum kecepatan minimal handhel adalah 1/focal.
Membawa tripod saat hunting bisa merepotkan. Untuk keperluan hunting biasanya tripod yang dibawa adalah tripod yang ringan dan kecil.
– Monopod , mirip tripod, kaki satu. Lebih mudah dibawa. Hanya dapat menghilangkan goyangan vertikal saja.
– Flash/blitz/lampu kilat , untuk menerangai obyek dalam kondisi gelap
– Filter , untuk menyaring cahaya yang masuk. Ada banyak jenisnya :
UV, menyaring cahaya UV agar tidak terjadi hazy pada foto2 landscape, sering digunakan untuk melindungi lensa dari debu.
PL/CPL (Polarizer/Circular Polarizar) untuk mengurangi bayangan pada permukaan non logam. Bisa juga untuk menambah kontras langit

Exposure

jumlah cahaya yang masuk ke kamera, tergantung dari aperture dan kecepatan.
– Aperture/diafragma . Makin besar aperture makin banyak cahaya yang masuk. Aperture dinyatakan dengan angka angka antara lain sebagai berikut: f/1,4 f/2 f/3,5 f/5.6 f/8. semakin besar angkanya (f number), aperture makin kecil aperturenya
– Shutter speed/kecepatan rana . Makin cepat, makin sedikit cahaya yang masuk
– ISO , menyatakan sensitivitas sensor/film. Makin tinggi ISOnya maka jumlah cahaya yang dibutuhkan makin sedikit. Film ISO 100 memerlukan jumlah cahaya 2 kali film ISO 200
Contoh: kombinasi diafragma f/5.6 kec. 1/500 pada ISO 100 setara dengan diafragma f/8 kec 1/500 atau f/5.6 kec. 1/1000 pada ISO 200.

Exposure meter , pengukur cahaya. Hampir tiap kamera modern memiliki pengukur cahaya internal. Selain itu juga tersedia pengukur cahaya eksternal

Exposure metering ( sering disingkat dengan metering )
adalah metode pengukuran cahaya
1. Average metering , mengukur cahaya rata-rata seluruh frame
2. Center-weighted average metering , mengukur cahaya rata-rata dengan titik berat bagian tengah
3. Matrix/Evaluative metering , Mengukur cahaya di berbagai bagian dari frame, untuk kemudian dikalkulasi dengan metode-metode otomatis tertentu
4. Spot metering , mengukur cahaya hanya pada bagian kecil di tengah frame saja

Exposure compensation, 18% grey . Exposure meter selalu mengukur cahaya dan menhasilkan pengukuran sehingga terang foto yang dihasilkan berkisar pada 18% grey. Jadi kalau kita membidik sebidang kain putih dan menggunakan seting exposure sebagaimana yang ditunjukan oleh meter, maka kain putih tersebut akan menjadi abu-abu dalam foto. Untuk mengatasi hal tersebut kita harus melakukan exposure compensation. Exposure kita tambah sehingga kain menjadi putih.

Under exposured = foto terlalu gelap karena kurang exposure
Over exposured = foto terlalu terang karena kelebihan exposure

Istilah stop
Naik 1 stop, artinya exposure dinaikkan menjadi 2 kali.
Naik 2 stop, artinya exposure dinaikkan menjadi 4 kali.
Turun 1 stop exposure diturunkan menjadi 1/2 kali.
Turun 2 stop exposure diturunkan menjadi 1/4 kali.

Kenaikan 1 stop pada aperture sebagai berikut: f/22; f/16; f/11; f/8; f/5,6; f/4; f/2,8; f/2.
Beda f number tiap stop adalah 0,7 kali (1/ akar2).

Kenaikan 1 stop pada kec. Rana sebagai berikut: 1/2000; 1/1000; 1/500; 1/250; 1/125; 1/60; 1/30; 1/15; 1/8; 1/4; 1/2; 1.
Beda speed tiap stop adalah 2 kali

DOF , Depth of Field, kedalaman medan. DOF adalah daerah tajam di sekitar fokus.
Kedalaman medan dipengaruhi oleh besar aperture, panjang fokal, dan jarak ke obyek.
1. Aperture, semakin besar aperture (f number makin kecil) maka DOF akan makin dangkal/sempit
2. Panjang fokal (riil), semakin panjang fokal, DOF makin dangkal/sempit
3. Jarak ke obyek, semakin dekat jarak ke obyek maka DOF makin dangkal/sempit

Pemilihan DOF
– Jika DOF sempit, FG dan BG akan blur. DOF sempit digunakan jika kita ingin mengisolasi/menonjolkan obyek dari lingkungan sekitarnya misalnya pada foto-foto portrait atau foto bunga.
– Jika DOF lebar, FG dan BG tampak lebih tajam. DOF lebar digunakan jika kita menginginkan hampir seluruh bagian pada foto nampak tajam, seperti pada foto landscape atau foto jurnalistik.

Shooting mode
Mode auto , mode point and shoot, tinggal bidik dan jepret
1. Full auto, kamera yang menentukan semua parameter
2. Portrait, kamera menggunakan aperture terbesar untuk menyempitkan DOF
3. Landscape, kamera menggunakan aperture terkecil
4. Nightscene, menggunakan kecepatan lambat dan flash untuk menangkap obyek dan BG sekaligus
5. Fast shuter speed
6. Slow shutter speed

Creative zone
1. P, program AE. Mirip dengan mode auto dengan kontrol lebih. Dengan mode ini kita bisa mengontrol exposure compensation, ISO, metering mode, Auto/manual fokus, white balance, flash on/off, dan continues shooting.
2. Tv, shutter speed priority AE. Kita menetukan speed, kamera akan menghitung aperture yang tepat
3. Av, aperture priority AE. Kita menentukan aperture, kamera mengatur speed
4. M, manual exposure. Kita yang menentukan aperture dan speed secara manual

Komposisi dan Angle
Komposisi adalah penempatan obyek dalam frame foto
Angle adalah sudut pemotretan, dari bawah, atas, atau sejajar
Komposisi dan angle lebih menyangkut ke seni dari fotografi. Faktor selera fotografer sangat besar pengaruhnya.

Sumber : http://www.ilmugrafis.com/

Pada hari ini tgl 21 Juni 2012, saya telah berhasil membuat sebuah blog yang saya beri nama yasherrehardy.wordpress.com Saya menggunakan nama tersebut karena itu nama yang sudah diberikan orang tua dengan menyembelih kambing sebanyak 21 ekor (becanda) blogger……………………………….
Saat ini saya sedang bekerja di sebuah instansi pemerintah UPT Puskesmas Tanjung Kec. Tanjung Kab. Tabalong.. sebagai IT dan staf TU

dalam kesempatan ini sata ingin mencoba meng’upload sebuah karya hasil dari hoby yg sekarang ini aq tekuni… yaitu hobby Photography….

  • Photography

Dalam kamus bahasa Indonesia pengertian fotografi adalah seni atau proses penghasilan gambar dan cahaya pada film. Pendek kata, penjabaran dari fotografi itu tak lain berarti “menulis atau melukis dengan cahaya”. Tentunya hal tersebut berasal dari arti kata fotografi itu sendiri yaitu berasal dari bahasa Yunani, photos (cahaya) dan graphos yang berarti tulisan… itu sedikit tentang arti Photography

 

  • ini HASIL DARI CAMERA CANON 60D DSLR SAYA
Erdita

even CERIA PPC

Hello world!

Posted: Juni 21, 2012 in Uncategorized

Welcome to WordPress.com! This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.

Happy blogging!